Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 9 Feb 2026 20:01 WIB ·

PASARIBU MELAWAN OLIGARKI


 PASARIBU MELAWAN OLIGARKI Perbesar

Lahat,Sahabatsiber.co.id – Sidang lanjutan gugatan Parasman Pasaribu melawan beberapa orang yang menduduki tanahnya di Jalan Lintas Sumatera dan melawan PT. Dizamatra masih berlanjut, memasuki tahap akhir di Pengadilan Negeri Lahat, yaitu memasuki kesimpulan.

Dari fakta persidangan terungkap bahwa biang kerok seluruh masalah ini adalah Tony Akron yang menjual tanah Jalan Lintas kepada Herry YS, Ferdian alias Yanulil, Rusman, dan Juliansyah alias Junet. Diatas tanah yang mereka beli dari Tony Akron dimaksud mereka sudah membangun bangunan yang permanen.

Sangat disayangkan oleh Parasman Pasaribu, karena tanah dimaksud bukan milik Tony Akron, karena Tony Akron adalah suruhan yang digaji menjaga tanah dimaksud berikut tanah/lahan yang akan dijadikan kebun sawit sebagaimana tujuan awalnya dia datang ke Lahat, yaitu untuk berkebun sawit.
Bahkan orang yang ikut menduduki tanah Jalan Lintas tersebut, konon dikenal baik oleh Parasman Pasaribu. Dia tau betul bahwa salah seorang pembeli itu ikut bekerja sebagai supplier, saat pembangunan rumah di Jalan Lintas. Belakangan yang bersangkutan mengaku tidak mengenal Parasman Pasaribu.

Sama halnya dengan tanah yang di Desa kebur yang dipersengketakan dengan PT. Dizamatra, dipersidangan terungkap bahwa biang keroknya adalah Tonny Akron, tapi kali ini ditambah dengan anak buahnya bernama Seharudin.

Mereka meminjam nama orang lain sebagai penjual yang tak lain adalah gerombolan dan Tony Akron. Mereka merekayasa surat-surat tanahnya dan bahkan tak segan-segan memalsukannya.
PT. Dizamatra membeli tanah kepada perantara-perantara dengan mengangkat Sdr. Seharudin sebagai team survey pembelian tanah, yang selanjutnya melakukan rekayasa.
Berbeda dengan perusahaan PT. Aman Toebillah (PT.ATP) yang langsung membeli tanah itu kepada pemilik asli yaitu Parasman Pasaribu.
Semoga PN. Lahat adalah benteng keadilan yang tegak dan murni diatas kebenaran, kata Parasman Pasaribu,

Lebih lanjut dia menjelaskan  bahwa ia tak mungkin jauh-jauh datang ke Lahat untuk menggugat tanah yang bukan tanahnya, hak yang bukan haknya. Dia berani menuntut Oligarki PT. Dizamatra karena punya bukti yang sah yang sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh Kepala Desa kebur saat itu, pada saat sidang di PN. Lahat.

Parasman Pasaribu masih terkenang pondok yang dia buat disebelah ujung tanahnya dekat dengan jalan bor PT.BA, dekat dengan tiang Sutet Bukit Asam dan sering memandang kearah Bukit Telunjuk yang tersohor itu. Dilokasi itu ada Sutet PT.BA, Sungai Cangka Kanan, Sungai Cangka Kiri, Sungai Pule.

Dia juga sangat sering menginap di rumah yang dibangun di Jalan Lintas, yang ditempati Sdr. Tony Akron mulai dari dibangun. Jadi kalau ada orang yang bilang tidak tau lokasi tanahnya adalah Laporan Busuk, asal bapak senang.

(Bardi)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

Kejari Lahat Berhasil Pulihkan Keuangan Daerah Rp 2,18 Milyan

6 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Penguatan Layanan Hemodialisis, Pemkab Lahat Serahkan SK Mutasi 29 Perawat ke RSUD

24 Juni 2026 - 14:23 WIB

Geger Seru dan Penuh Semangat! Wakil B upati Lahat Resmikan Lomba Bidar Mini yang Membakar Semangat Hari Jadi ke-157

13 Juni 2026 - 17:51 WIB

WIDIA NINGSIH RESMI NAHKODAI PKB LAHAT, SIAP KONSOLIDASI BESAR DAN BIDIK KEMENANGAN POLITIK 2029

11 Juni 2026 - 15:55 WIB

KPK Segel Sejumlah Ruangan di Kantor Pemkab Muara Enim, Termasuk Ruang Kerja Bupati

8 Juni 2026 - 19:31 WIB

KPK Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan, Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT

8 Juni 2026 - 17:25 WIB

Trending di News
error: Content is protected !!