Palembang,Sahabatsiber.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan bergerak cepat. Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IT bersama satu Kepala Dinas Kabupaten PALI dikabarkan diamankan terkait dugaan kasus suap fee proyek yang tengah diusut penyidik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, IT diamankan saat berada di rumah dinasnya di Kabupaten PALI. Sementara satu Kepala Dinas PALI diamankan tim Kejati di Palembang dalam operasi yang dilakukan pada hari yang sama.
Setelah diamankan, keduanya langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumsel untuk menjalani pemeriksaan intensif. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa penyidik tengah membongkar dugaan praktik suap proyek yang diduga melibatkan pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI.
Tak hanya mengamankan dua pejabat tersebut, tim Kejati Sumsel juga bergerak di sejumlah lokasi berbeda untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam perkara tersebut. Operasi senyap itu sontak menjadi perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi terkait proyek yang sedang diselidiki.
Kepala Kejati Sumsel, Ketut Sumedana, membenarkan adanya pengamanan terhadap kedua pejabat tersebut. Menurutnya, keduanya masih menjalani proses pemeriksaan oleh tim penyidik.
“Benar, ada pengamanan terhadap dua orang tersebut. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Kejati Sumsel,” ujar Ketut.
Meski demikian, Kejati belum mengungkap secara rinci proyek yang menjadi objek perkara. Penyidik masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti guna mengungkap konstruksi kasus secara menyeluruh.
“Dugaan sementara terkait suap fee proyek. Kami masih melakukan pendalaman dan akan menyampaikan perkembangan selanjutnya setelah pemeriksaan selesai,” katanya.
Ketut menegaskan, penyidikan tidak akan berhenti pada dua nama yang telah diamankan. Kejati Sumsel membuka kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terseret apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam perkara tersebut.
“Kami terus melakukan pengembangan. Jika ditemukan keterlibatan pihak lain, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pejabat tinggi daerah. Publik kini menanti hasil pemeriksaan Kejati Sumsel untuk mengetahui sejauh mana dugaan praktik suap fee proyek tersebut serta siapa saja pihak yang berpotensi ikut terseret dalam pusaran kasus ini. (Rim SMSI Lahat)









