Lahat,Sahabatsiber.co.id — Proyek pemeliharaan periodik ruas jalan lintas Desa Cempaka Sakti hingga Desa Kencana Sari, Kecamatan Kikim Timur, menuai sorotan. Pasalnya, jembatan yang menjadi bagian dari proyek senilai Rp19 miliar yang bersumber dari APBD 2025 tersebut dilaporkan mengalami kerusakan meski belum genap empat bulan sejak dinyatakan selesai, Kamis (30/4/2026).
Secara tampilan, kondisi jembatan terlihat rapi dan kokoh. Namun, pada bagian bawah struktur ditemukan adanya kemiringan serta retakan yang cukup besar di sejumlah titik. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Salah seorang warga, Masno, mengaku cemas terhadap keamanan jembatan itu. Ia mengatakan, kerusakan pada bagian bawah struktur cukup mencolok meski tidak terlihat dari permukaan.
“Dari atas memang terlihat bagus, tapi kalau dilihat ke bawah sudah miring dan banyak retakan. Kami khawatir jembatan ini tidak bertahan lama,” ujarnya.
Menurut dia, kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat, terlebih saat proyek masih dalam masa pemeliharaan, mengindikasikan adanya persoalan pada kualitas konstruksi.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan agar tidak menimbulkan risiko lebih besar.
“Jangan sampai menunggu kerusakan semakin parah atau bahkan menimbulkan korban baru ditangani,” kata dia.
Diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Rezeki Raya Abadi. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana terkait kondisi jembatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Cempaka Sakti SP 1 Palembaja, Muslih Abdullah, saat dikonfirmasi mengaku belum meninjau langsung kondisi di lapangan. Ia menyatakan akan segera melakukan pengecekan untuk memastikan informasi tersebut.
Memang jembatan itu satu paket dengan perbaikan jalan di area kami, namun jembatan yang dimaksud ada di antara SP 2 dan SP 3, bukan di daerah kami, ” Terangnya.
(SMSI Lahat)









