Lahat,Sahabatsiber.co.id — Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat meninjau langsung kondisi aliran Air Lahangan di Blok C Ujung, Desa Manggul, Kecamatan Lahat, Minggu (10/5/2026). Peninjauan dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Lahat saat intensitas hujan tinggi.
Hasil peninjauan menunjukkan kondisi aliran sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat sedimentasi yang cukup parah. Pemerintah daerah pun segera menyiapkan langkah normalisasi sebagai penanganan awal guna memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lahat, Jeffran Azsyap Putra, mengatakan normalisasi sungai akan difokuskan pada pengerukan sedimen yang selama ini menghambat debit aliran air.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat. Tahap awal akan dilakukan normalisasi dengan mengangkat sedimen yang menumpuk di badan sungai. Selanjutnya akan dipetakan titik-titik rawan banjir untuk penanganan jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Jeffran.
Menurut dia, hasil peninjauan lapangan tersebut akan segera dilaporkan kepada Bupati Lahat Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih sebagai bahan tindak lanjut penanganan banjir secara terpadu.
Sementara itu, Kepala Bappeda Lahat, Feriyansyah Eka Putra, menjelaskan sedimentasi di aliran Air Lahangan telah mengurangi kapasitas sungai hingga hampir separuh badan aliran. Kondisi tersebut diperparah oleh sejumlah material yang menyumbat arus air.
“Selain endapan lumpur, terdapat bekas bronjong, batang kayu roboh, hingga batang sawit yang menghambat aliran air. Kondisi ini menyebabkan sungai mudah meluap meski hujan dengan durasi singkat,” katanya.
Ia menegaskan penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengerukan sedimen, tetapi juga pembersihan material penghambat di sepanjang aliran sungai dari wilayah hulu hingga hilir.
Menurut Feriyansyah, pemerintah daerah juga akan menyiapkan program penanganan permanen untuk mengatasi kawasan rawan banjir di Desa Manggul dan sekitarnya.
“Untuk jangka menengah dan panjang akan diusulkan penanganan permanen agar aliran air lebih tertata dan risiko banjir dapat diminimalisir,” ujarnya.
Langkah cepat Pemkab Lahat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga Blok C Ujung Dusun 3 Desa Manggul, Robert, mengaku bersyukur atas respon cepat pemerintah daerah terhadap keluhan warga terkait banjir yang berulang.
“Kami berharap normalisasi segera dilakukan karena sungai sudah lama mengalami pendangkalan dan penyempitan. Mudah-mudahan setelah dibersihkan warga tidak lagi khawatir saat hujan deras turun,” katanya.
Masyarakat berharap proses normalisasi Air Lahangan segera direalisasikan sehingga persoalan banjir yang selama ini meresahkan warga dapat ditangani secara maksimal. (Andika)









