Palembang,Sahabatsiber.Id.co – Operasi penggerebekan yang berakhir tanpa barang bukti kini berubah menjadi bumerang serius bagi Satresnarkoba Polres OKU Timur. Pasca viralnya video penggerebekan di Desa Mangulak, Kecamatan Madang Suku I, warga yang merasa menjadi korban tudingan bandar narkoba resmi melaporkan oknum aparat ke Bid Propam Polda Sumatera Selatan, Selasa (13/01/2026).
Sosok yang disorot publik dalam video tersebut adalah Muhammad Yulio alias Leo (34). Ia mengaku rumahnya digerebek aparat, digeledah dari sudut ke sudut, namun nol hasil. Tak satu pun barang bukti narkotika ditemukan.
“Saya dituduh sebagai bandar. Rumah saya digeledah, tapi tidak ada apa-apa. Ini bukan penegakan hukum, ini pencemaran nama baik,” tegas Leo dengan nada kecewa.
Operasi Jalan Buntu, Warga Berdatangan, Situasi Memanas
Penggerebekan yang dilakukan pada akhir pekan lalu itu disebut-sebut berlangsung tanpa hasil sejak awal. Ketika petugas tak menemukan barang bukti, warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi. Situasi pun terekam kamera warga dan menyebar luas di media sosial.
Ironisnya, beredar narasi yang menyebut warga melindungi target operasi. Tuduhan itu langsung dibantah keras oleh tokoh masyarakat setempat.
“Warga datang setelah penggeledahan selesai, bukan menghadang petugas. Karena tidak ditemukan bukti apa pun, emosi warga sedikit terpancing. Jangan dibalik seolah-olah kami melindungi bandar,” kata Erwanto (46), tokoh masyarakat Desa Mangulak.
Menurut Erwanto, narasi liar di media sosial telah mencoreng nama baik desa dan menimbulkan stigma seolah Mangulak adalah sarang narkoba.
Merasa Difitnah, Kepala Unit Dilaporkan Tak terima dengan tudingan dan penggerebekan yang dinilai serampangan, Leo bersama keluarga dan warga secara resmi melaporkan oknum kepala unit Satresnarkoba yang memimpin operasi tersebut ke Unit Yanduan Bid Propam Polda Sumsel.
Mereka menuntut klarifikasi, pemeriksaan etik, dan keterbukaan atas dasar operasi yang disebut tanpa bukti kuat.
“Kalau memang ada bukti, silakan proses. Tapi kalau tidak ada, jangan sembarangan gerebek rumah warga,” tegas Leo.
Polda Sumsel: Akan Dicek
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Raden Azis Safiri membenarkan adanya laporan warga tersebut. Ia menyatakan Propam akan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Laporan sudah kami terima dan akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu,” ujarnya singkat.
Publik Menunggu Keberanian Propam
Kasus ini kini menjadi sorotan luas publik. Video yang viral bukan hanya memicu empati, tetapi juga mempertanyakan akurasi intelijen, profesionalisme operasi, dan perlindungan hak warga sipil.
Publik kini menunggu, apakah Propam Polda Sumsel berani membuka fakta sebenarnya, atau kasus ini akan tenggelam seiring waktu.
Satu hal yang pasti, kamera warga kini menjadi saksi, dan kepercayaan publik terhadap aparat kembali diuji.(Dit)









