Lahat,Sahabatsiber.Id.co – Masjid AL- Mukminin yang berlokasi di RT 09/03 Kelurahan Pagar Agung Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat sukses menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari Minggu Malam Senin, (18/1/26). Kegiatan yang diikuti oleh ratusan jamaah ini berlangsung dengan khusyuk dan penuh keberkahan.
Ketua Panitia, H. Edi Budiyanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah yang telah menghadiri dan mendukung pelaksanaan acara. Ia juga memohon maaf sebesar-besarnya jika dalam pelaksanaan acara terdapat kekurangan maupun kesalahan yang tidak diinginkan.
“Kegiatan ini bukan hanya sekedar rutinitas tahunan saja, melaikan kegiatan ini merupakan sarana peningkatan ketaqwaan kita kepada Alllah SWT”,ucap H.Edi Budiyanto.
Sementar itu Ketua Masjid Al-Mukminin KH Sunaryo berharap dengan kegiatan Isra Mi’raj keagamaan ini imam dan taqwa kita semakin ditingkatkan lagi sekaligus lebih antusias lagi dalam setiap kegiatan keagamaan”,kata KH Sunaryo.
Dalam acara puncak Isra’Mi’raj di Masjid Al-Mukminin KH. Agus Sucipto menyampaikan pesan yang sangat relavan bagi para jemah.
Beliau mengawali tausiah dengan menganalogikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai “perjalanan melampaui logika” yang hanya bisa diterima dengan iman yang sehat.
1.Shalat sebgai “Charging Station Spritual.
KH. Agus Sucipto menekankan bahwa inti dari perintah Isra Mi’raj adalah shalat lima waktu. Beliau mengibaratkan shalat seperti mengisi daya (charging) baterai ponsel.
“Shalat adalah cara kita terhubung dengan Sang Pencipta. Tanpa shalat, jiwa kita akan ‘lowbat’, mudah cemas, dan kehilangan arah di tengah derasnya informasi digital,” tutur beliau.
2.Kedisiplinan dan Manajemen Waktu.
Beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi dalam waktu singkat namun menempuh jarak yang luar biasa mengajarkan tentang pentingnya menghargai waktu. Disiplin shalat tepat waktu adalah latihan dasar untuk menjadi pemimpin masa depan yang disiplin dalam segala hal.
3. Adab di Atas Ilmu.
Kepada para jemaah , KH. Agus Sucipto mengingatkan bahwa Rasulullah SAW diperjalankan hingga Sidratul Muntaha bukan hanya karena kecerdasannya, melainkan karena kesucian hati dan kemuliaan akhlaknya.
“Pintar saja tidak cukup. Orang yang pintar tapi tidak punya adab bisa berbahaya. Jadilah hamba Allah yang cerdas otaknya, tapi tetap tunduk hatinya kepada Allah SWT.
4. Bijak dalam Melangkah.
Menutup tausiahnya, KH. Agus Sucipto berpesan agar para Jemah meneladani sikap Nabi yang selalu tabayyun (verifikasi) dan tetap tenang meski menghadapi situasi sulit.
Tausiah diakhiri dengan doa bersama yang berlangsung khidmat, kegiatan ini diikuti oleh seluruh jemah Masjid Al-Mukminin dan Warga RT09/03 Kelurahan Pagar Agaung. (Rim)









