Bandung,Sahabatsiber.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif menggantikan Ade Kuswara Kunang. Pelantikan digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/10/26).
Usai dilantik, Asep langsung mendapat PR besar dari Gubernur yang akrab disapa KDM itu. Bukan pesan basa-basi, melainkan perintah tegas untuk bereskan Kabupaten Bekasi secara totalitas.
KDM menyoroti wajah Kabupaten Bekasi yang dinilai masih semrawut, mulai dari sungai keruh, sampah berserakan, hingga tata ruang yang tidak beraturan.
“Harus segera menata Kabupaten Bekasi secara totalitas, karena sungainya keruh, sampah di mana-mana, dan tata ruang yang tidak beraturan,” tegas Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, Pemprov Jabar saat ini sedang merevisi dan menyelaraskan tata ruang wilayah se-Jawa Barat agar pembangunan lebih adil dan merata.
Ia tidak ingin ada kesenjangan mencolok antara kawasan yang dikelola swasta yang rapi dan tertata, dengan kawasan yang dikelola pemerintah yang justru berantakan.
“Sekarang Pemprov Jabar lagi mengubah tata ruangnya untuk diselaraskan, sehingga tidak boleh ada disparitas. Tidak boleh yang pemerintah kelola itu berantakan, sedangkan yang swasta tertib, rapi, dan tertata,” ujarnya.
Soroti SiLPA Rp 1-2 Triliun Tapi Sekolah Rusak
Tak hanya soal tata ruang, KDM juga menyoroti pelayanan dasar. Ia menyebut banyak sekolah SD, SMP, TK rusak dan layanan puskesmas tidak optimal di Kabupaten Bekasi.
Ironisnya, kondisi itu berbanding terbalik dengan kondisi keuangan daerah. Data Pemprov mencatat, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Bekasi setiap tahun tembus Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun.
“Kelemahan Kabupaten Bekasi itu sekolah banyak yang rusak, layanan puskesmas kurang optimal. Tapi rata-rata SiLPA-nya itu Rp 1 sampai 2 triliun. Satu sisi banyak infrastruktur yang harus dibangun, ini yang saya tekankan enggak boleh lagi ada SiLPA,” ucap Dedi.
KDM pun memerintahkan Bupati baru untuk mengoptimalkan anggaran untuk rakyat, bukan disimpan.
“Ke depan puskesmas harus ada biaya yang cukup, tata rumah sakitnya, rapikan sekolah-sekolah SD dan SMP serta TK,” tuturnya.
Meski mengkritik keras, KDM mencatat ada angin segar. Dalam Rancangan APBD Perubahan 2026, Kabupaten Bekasi sudah mulai menaikkan porsi belanja infrastruktur di atas 7 persen.
KDM berjanji akan mengawal langsung kinerja Asep Surya Atmaja.”Sudah ada perubahan dan saya monitor tiap hari pergerakan bupatinya, dan saya mendampingilah agar dia mau melakukan langkah-langkah penanganan secara cepat,” pungkasnya. (Rob)










