Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 28 Okt 2026 08:59 WIB ·

SUMPAH PEMUDA, SUMPAH YANG DIINGKARI NEGARA?


 SUMPAH PEMUDA, SUMPAH YANG DIINGKARI NEGARA? Perbesar

Opini Egie Cahya Putra Asli Betawi

Sumpah Pemuda tahun ini lewat begitu saja. Tidak ada gaung, tidak ada getar. Pemerintah RI sibuk seremoni, upacara formalitas, pidato-pidato kosong yang diulang tiap tahun. Sementara makna Sumpah itu sendiri sudah lama dikhianati oleh negara.

Kita disuruh bersatu, tapi pemerintah justru yang memelihara sekat. Bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu — indah di spanduk. Faktanya? Pemerintah membiarkan kesenjangan makin menganga. Pemuda di pusat dimanja proyek, pemuda di daerah dibiarkan menganggur tanpa akses. Di mana keadilan satu tanah air itu?

Pemerintah fasih bicara cinta produk dalam negeri, tapi kebijakannya sendiri membuka karpet merah untuk produk asing. UMKM dipajaki, impor dimudahkan. Ekonomi nasional dibilang naik, tapi yang naik hanya angka di PowerPoint menteri, bukan di dompet rakyat.

Pemerintah juga gemar bicara soal bijak bermedia sosial dan anti-hoaks, tapi negara sendiri pelopor klarifikasi terlambat dan buzzer yang memecah belah. Solidaritas bangsa dirusak bukan oleh pemuda, melainkan oleh pejabat yang lebih sibuk pencitraan daripada mendengar.

Dan soal bahasa Indonesia? Pemerintah yang pertama kali merusaknya. Rapat-rapat pakai istilah asing biar terlihat keren, dokumen negara campur aduk bahasa. Lalu pemuda disalahkan karena bahasa gaul.

Sumpah Pemuda tidak butuh perayaan meriah dari pemerintah. Yang dibutuhkan adalah pemerintah yang menepati sumpahnya sendiri kepada pemuda: menyediakan lapangan kerja yang layak, pendidikan yang murah, dan ruang bersuara yang tidak dibungkam.

Kalau itu saja gagal, jangan salahkan kalau pemuda mulai apatis. Karena yang kehilangan makna Sumpah Pemuda bukan pemuda, tapi pemerintah itu sendiri.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Jakarta Siaga Macet, 1.249 Personel Lantas Diterjunkan Kawal 4 Titik Demo Panas Hari Ini

28 Oktober 2026 - 12:33 WIB

53 Titik Demo Membara Di Jakarta Hari Ini, Kapolda Metro Jaya Turun Perintah Keras: Wajib Humanis, Jangan Represif

28 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Evaluasi Antikorupsi di Pemkab Lahat Berakhir Bungkam: KPK dan Bupati Tak Bicara

28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Pelajar Bekasi Mau Demo ke Jakarta? Polres Langsung Sekat di 4 Titik Ini

28 Oktober 2026 - 10:42 WIB

98 Tahun Sumpah Pemuda Membara, Kapolres Bekasi Kota Wanti-wanti Keras: Jangan Libatkan Pelajar ke Aksi Jakarta

28 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komisi III DPR Dalami Pengawasan di RUU Perampasan Aset

27 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Trending di News
error: Content is protected !!