Lahat,Sahabatsiber.co.id — Pemerintah Kabupaten Lahat meresmikan rumah relokasi bagi korban bencana banjir di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, pada Jumat (17/04). Peresmian ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, unsur Forkopimcam seperti Kapolsek dan Danramil, serta Kepala Desa Keban Agung.
Kepala Desa Keban Agung, Tamadin Husen, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lahat atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan pembangunan rumah relokasi ini. Lokasi yang disiapkan memiliki luas kurang lebih 1,5 hektare dan masih menyisakan lahan kosong untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kawasan relokasi telah dilengkapi infrastruktur pendukung, seperti jalan lingkar dengan lebar sekitar 6 meter dan panjang kurang lebih 200 meter.
“Pasca banjir, masyarakat sempat diliputi rasa cemas dan ketidakpastian. Namun saat ini, dengan telah terbangunnya rumah relokasi, kondisi tersebut berangsur membaik dan masyarakat kembali memiliki harapan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP/Perkimtan) Kabupaten Lahat, Limra Naupan, menjelaskan bahwa program relokasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menangani dampak bencana.
“Pada tahun 2020, pemerintah telah melakukan relokasi di sekitar Kantor Camat Mulak Sebingkai dengan membangun 10 unit rumah. Namun banjir bandang pada tahun 2023 menyebabkan kerusakan yang cukup parah hingga hampir 60 rumah hanyut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah kemudian melakukan pengadaan lahan seluas 1,5 hektare dan berhasil membangun sebanyak 52 unit rumah relokasi yang kini siap dihuni oleh masyarakat terdampak.
Dalam sambutannya, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa pembangunan rumah relokasi ini sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Sebanyak 52 unit rumah telah dibangun melalui APBD. Ini merupakan bukti bahwa pemerintah hadir dan bertanggung jawab terhadap masyarakat, khususnya yang terdampak bencana. Kami berharap rumah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, serta membawa keberkahan bagi para penghuninya,” ungkap Bupati.
Dengan diresmikannya kawasan relokasi ini, diharapkan para korban banjir dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak, aman, dan terbebas dari ancaman bencana serupa di masa mendatang. (Rim SMSI Lahat)









