Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 19 Feb 2026 15:40 WIB ·

Bansos Jadi Alat Politik, Operator Masih Gaptek: Skandal Sunyi Desa


 Bansos Jadi Alat Politik, Operator Masih Gaptek: Skandal Sunyi Desa Perbesar

Dalih ‘Tak Disosialisasi’ Ambruk, Dinsos Bongkar Borok Desa

Lahat, Sahabatsiber.co.id – Pertanyaan para kepala desa dan operator desa soal bansos di Kabupaten Lahat mendadak berubah jadi boomerang. Niat mengeluh soal minim sosialisasi, mereka justru “dibantai” fakta lapangan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Lahat, Dina Ardhy.

Di forum resmi Optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sejumlah kades mencoba memainkan kartu klasik: “Kami tidak disosialisasi.” Namun Dina tak tinggal diam. Dengan nada datar tapi mematikan, ia membuka borok sistem desa yang sering ganti pemain tanpa ganti kapasitas.

“Kalau ganti kades, operator ikut ganti. Tapi tidak ada transfer ilmu, tidak ada serah terima tugas. Akhirnya operator baru bingung, gaptek, dan data terbengkalai,” tegas Dina, seolah menampar keras meja rapat yang penuh alasan.

Ia bahkan mencontohkan hal paling elementer yang masih bikin operator desa kelabakan. Login aplikasi, kode OTP, Telegram — bagi sebagian operator desa, itu seperti teknologi alien.

“Ada yang tanya apa itu Telegram dan di mana bisa didapat,” ungkapnya.

Satirnya, para operator yang masih bertanya cara masuk aplikasi justru ikut menuntut insentif. Sementara data bansos di lapangan masih kacau, salah sasaran, dan menjadi alat tekanan politik desa.

Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih sebelumnya juga sudah menyentil keras fenomena ini. Ia menolak bansos dijadikan komoditas politik desa dan menantang operator untuk membuktikan kinerja sebelum bicara soal uang.

Di balik rapat formal itu, satu hal tampak telanjang: kemiskinan diperdebatkan oleh orang-orang yang masih bingung mengunduh aplikasi.

Jika data adalah senjata perang melawan kemiskinan, maka sebagian desa di Lahat masih sibuk mencari cara membuka pintu gudang senjata. (Via)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kadispora Lahat Hasperi Susanto “Gaspol” Bangun Sinergi, Awali Langkah dengan Silaturahmi Strategis

23 April 2026 - 21:32 WIB

Disdikbud Lahat Lepas Hasperi Susanto, Niel Aldrin: Dedikasi Tak Akan Terlupakan

23 April 2026 - 20:52 WIB

Kasi Datun Ahmad Muzayyin Pimpin Pemulihan Rp1,6 Miliar, Kejari Lahat Dampingi PUPR Tuntaskan Temuan BPK

23 April 2026 - 13:57 WIB

Diduga Tak Sebanding Anggaran, Kontraktor MPP Lahat Disebut “Alergi” Wartawan

23 April 2026 - 11:50 WIB

Polres Lahat Resmikan Kedai APDOL, Dorong Ekonomi Kreatif Driver Ojek

23 April 2026 - 09:52 WIB

Tongkat Komando Dandim 0405/Lahat Berganti, Suasana Hangat Warnai Pisah Sambut di Pendopo Bupati

22 April 2026 - 23:27 WIB

Trending di News
error: Content is protected !!