Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 26 Okt 2026 08:51 WIB ·

Apel Perdana Memanas, Bupati Asep Surya Atmaja : Birokrasi Jangan Lambat, Jabatan Adalah Amanah Bukan Hak Istimewa


 Apel Perdana Memanas, Bupati Asep Surya Atmaja : Birokrasi Jangan Lambat, Jabatan Adalah Amanah Bukan Hak Istimewa Perbesar

Kabupaten Bekasi, Sahabatsiber.co.id – Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja langsung tancap gas. Baru memimpin apel perdana sebagai Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2025-2030 di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (26/10/2026), ia langsung mengirim sinyal keras kepada seluruh jajaran birokrasi.

Asep menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja lebih cepat, profesional, dan berintegritas. Ia menegaskan, kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dievaluasi total untuk memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.

“Saya tidak ingin birokrasi kita berjalan lambat, terjebak dalam rutinitas, atau hanya sibuk dengan laporan administratif tanpa hasil nyata bagi masyarakat,” tegas Asep dengan nada keras di hadapan ribuan ASN.

Bupati Asep menekankan, evaluasi yang akan dilakukan bukan untuk mencari kesalahan apalagi didasari kepentingan pribadi atau kelompok. Langkah ini murni untuk membenahi birokrasi agar setiap pejabat bekerja sesuai kompetensi, kewenangan, dan tanggung jawabnya.

Ia meminta setiap Kepala OPD untuk tidak hanya duduk di belakang meja. Harus paham masalah di wilayah kerjanya, berani mengambil keputusan, menghadirkan inovasi, dan menyelesaikan persoalan dengan cepat dan tepat.

Pejabat berprestasi akan diapresiasi, namun yang kinerjanya buruk akan ditindaklanjuti sesuai aturan perundang-undangan.

“Saya ingin setiap kepala perangkat daerah memahami persoalan di wilayah kerjanya, mampu mengambil keputusan, menghadirkan inovasi, dan menyelesaikan permasalahan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Jabatan Adalah Amanah, Bukan Hak Istimewa

Di hadapan jajaran ASN, Bupati Asep mengingatkan keras bahwa jabatan bukan hak istimewa untuk mencari keuntungan pribadi.

“Jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Kewenangan adalah tanggung jawab, bukan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi,” imbuhnya.

Perintahkan ASN Belanja Masalah ke Lapangan

Tak cukup evaluasi, Asep juga merombak pola kerja ASN. Ia menginstruksikan agar ASN tidak sekadar menunggu laporan di meja, tapi turun langsung ke lapangan, melihat kondisi warga, mendengar keluhan, dan mencari solusi nyata. Ia menyebutnya sebagai _belanja masalah_.

Menurutnya, persoalan klasik seperti infrastruktur rusak, banjir, jalan rusak, pendidikan, kesehatan, pengangguran, kemiskinan hingga pelayanan administrasi harus jadi perhatian bersama. Tidak boleh lagi masyarakat mengeluhkan masalah yang sama bertahun-tahun tanpa solusi.

“Jika persoalan melibatkan beberapa dinas, koordinasikan dan selesaikan bersama. Masyarakat tidak membutuhkan banyak alasan, masyarakat membutuhkan bukti kerja dan hasil nyata,” kata Asep.

Ia juga menegaskan, setiap rupiah APBD harus dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi publik. Pembangunan jangan hanya indah di atas kertas dan laporan, tapi harus dirasakan langsung oleh warga.

Sektor industri, perdagangan, pertanian, hingga SDM Kabupaten Bekasi yang potensinya sangat besar harus dikelola dengan perencanaan matang dan birokrasi bersih.

Untuk itu, ia meminta ASN meninggalkan pola kerja lambat, ego sektoral, kebiasaan saling menyalahkan, dan perilaku yang menghambat kemajuan.

Bupati Asep juga membuka diri terhadap kritik. Ia menegaskan pemerintahannya tidak boleh antikritik.

“Kita tidak boleh antikritik, karena kritik yang membangun merupakan bagian penting dalam perbaikan pemerintahan,” ujarnya.

Akui Susun Pidato Sendiri Semalam

Menariknya, di akhir arahannya, Bupati Asep secara jujur mengakui bahwa pidato panjangnya itu ia susun sendiri semalam dan disampaikan dari hati nurani, meski tidak sepenuhnya sesuai protokoler.

“Panjang lebar ini saya bikin semalam, jadi agak berantakan, Pak. Saya tidak mengikuti protokol ya, Pak. Mohon maaf kalau agak berantakan, ini dari hati, dari hati nurani saya,” pungkasnya, yang disambut tepuk tangan ASN. (Ryn)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Jakarta Siaga Macet, 1.249 Personel Lantas Diterjunkan Kawal 4 Titik Demo Panas Hari Ini

28 Oktober 2026 - 12:33 WIB

53 Titik Demo Membara Di Jakarta Hari Ini, Kapolda Metro Jaya Turun Perintah Keras: Wajib Humanis, Jangan Represif

28 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Evaluasi Antikorupsi di Pemkab Lahat Berakhir Bungkam: KPK dan Bupati Tak Bicara

28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Pelajar Bekasi Mau Demo ke Jakarta? Polres Langsung Sekat di 4 Titik Ini

28 Oktober 2026 - 10:42 WIB

98 Tahun Sumpah Pemuda Membara, Kapolres Bekasi Kota Wanti-wanti Keras: Jangan Libatkan Pelajar ke Aksi Jakarta

28 Oktober 2026 - 09:24 WIB

SUMPAH PEMUDA, SUMPAH YANG DIINGKARI NEGARA?

28 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Trending di News
error: Content is protected !!