Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 21 Apr 2026 09:34 WIB ·

Kartini di Lahat: Antara Seremoni dan Kesenjangan Pemberdayaan Perempuan


 Kartini di Lahat: Antara Seremoni dan Kesenjangan Pemberdayaan Perempuan Perbesar

Opini : Eva Marina

Perempuan tangguh Eva Marina menilai bahwa peringatan Hari Kartini di Lahat masih menghadapi tantangan klasik: kuat dalam seremoni, namun belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan pemberdayaan perempuan di tingkat daerah.

Menurutnya, semangat Kartini kerap diperingati secara simbolik melalui kegiatan tahunan, tetapi belum diikuti dengan penguatan sistem yang mampu memastikan perempuan benar-benar memiliki akses setara terhadap pendidikan, ekonomi, dan ruang pengambilan keputusan.

Ia menyoroti bahwa perempuan di Lahat sebenarnya memiliki potensi besar, baik di sektor UMKM, pendidikan, maupun komunitas sosial. Namun, potensi tersebut masih sering terhambat oleh keterbatasan akses pelatihan, minimnya pendampingan berkelanjutan, serta belum optimalnya dukungan kebijakan yang berpihak pada penguatan kapasitas perempuan di tingkat akar rumput.

Lebih jauh, Eva  menekankan bahwa di era digital saat ini, kesetaraan tidak lagi cukup dimaknai sebagai kehadiran perempuan dalam ruang publik, melainkan sejauh mana perempuan mampu beradaptasi, berdaya saing, dan berkontribusi dalam transformasi ekonomi dan informasi. Tanpa itu, semangat Kartini berisiko hanya menjadi narasi tahunan yang kehilangan daya dorong perubahan.

Meski demikian, ia tetap melihat adanya ruang optimisme. Menurutnya, dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku media, Lahat berpeluang melahirkan ekosistem pemberdayaan perempuan yang lebih konkret.

Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika peringatan Hari Kartini tidak lagi diposisikan sebagai agenda simbolik, melainkan sebagai titik evaluasi untuk mengukur sejauh mana kesetaraan benar-benar berjalan di lapangan.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Jakarta Siaga Macet, 1.249 Personel Lantas Diterjunkan Kawal 4 Titik Demo Panas Hari Ini

28 Oktober 2026 - 12:33 WIB

53 Titik Demo Membara Di Jakarta Hari Ini, Kapolda Metro Jaya Turun Perintah Keras: Wajib Humanis, Jangan Represif

28 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Evaluasi Antikorupsi di Pemkab Lahat Berakhir Bungkam: KPK dan Bupati Tak Bicara

28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Pelajar Bekasi Mau Demo ke Jakarta? Polres Langsung Sekat di 4 Titik Ini

28 Oktober 2026 - 10:42 WIB

98 Tahun Sumpah Pemuda Membara, Kapolres Bekasi Kota Wanti-wanti Keras: Jangan Libatkan Pelajar ke Aksi Jakarta

28 Oktober 2026 - 09:24 WIB

SUMPAH PEMUDA, SUMPAH YANG DIINGKARI NEGARA?

28 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Trending di News
error: Content is protected !!