Lahat,Sahabatsiber.co.id – Masyarakat di Wilayah Kabupaten Lahat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Gas LPG 3 kg (gas melon) menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026. Selain stok yang sering kosong di pangkalan resmi, harga di tingkat pengecer dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai Rp 43000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi ini mulai dirasakan warga sejak satu pekan terakhir. Kelangkaan diduga dipicu oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga serta adanya indikasi penyimpangan distribusi dari oknum pangkalan ke pengecer tidak resmi.
Hasil penelusuran menunjukkan adanya rantai distribusi yang merugikan konsumen akhir, di antaranya.
Penyalahgunaan Stok Pangkalan. Sejumlah pangkalan diduga sengaja mendahulukan para tengkulak atau pengecer besar dengan harga Rp25000 per tabung untuk mendapatkan keuntungan instan.
Harga Eceran Tak Terkendali: Akibat minimnya pasokan langsung ke masyarakat, warga terpaksa membeli di warung-warung pengecer dengan harga kisaran Rp 43000 hingga Rp 40000.
Warga seringkali mendapati papan “Gas Habis” di pangkalan resmi, namun stok tersedia melimpah di tingkat pengecer dengan harga yang sudah melambung tinggi.
” Kami merasa terjepit. Di pangkalan katanya habis, tapi di warung sebelah ada banyak meskipun harganya 43000 ribu. Buat kami yang mau menyambut puasa, ini beban berat,” ujar salah satu warga setempat, Selasa,(17/2/26).
Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Pertamina, untuk segera melakukan langkah-langkah konkret sebelum memasuki hari pertama Ramadan.
Sidak Pangkalan Melakukan inspeksi mendadak ke pangkalan-pangkalan yang nakal dan memberikan sanksi pencabutan izin usaha jika terbukti menimbun atau menjual di atas harga aturan.
Menyelenggarakan operasi pasar LPG 3 kg secara langsung ke pemukiman warga untuk memutus rantai kelangkaan gas LP3.
Memperketat pengawasan agar gas subsidi tepat sasaran hanya untuk masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro.
Situasi ini jika dibiarkan dikhawatirkan akan memicu inflasi lokal dan menambah beban ekonomi masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok lainnya menjelang bulan suci. (Rim)









