Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Bola & Sports · 12 Jan 2026 19:09 WIB ·

Sumsel United, Laskar Juaro Mengetuk Pintu Liga 1


 Sumsel United, Laskar Juaro Mengetuk Pintu Liga 1 Perbesar

Oleh: Muchtarim

Palembang – Ada dentang sejarah yang pelan tapi pasti terdengar dari Stadion Gelora Bumi Sriwijaya. Bukan sorak gegap gempita semata, melainkan denyut harapan baru yang tumbuh dari tanah Sumatera Selatan. Namanya Sumsel United, klub muda yang lahir pada 4 Juni 2025, namun langsung berani bermimpi besar yakni mengetuk pintu Liga 1.

Di tengah riuh dinamika sepak bola nasional, kehadiran Sumsel United bukan sekadar angka baru dalam daftar peserta Liga 2. Ia datang membawa narasi berbeda, tentang keberanian memulai, tentang ruang bagi talenta lokal, dan tentang semangat Laskar Juaro yang tak ingin lagi hanya menjadi penonton sejarah.

Sumsel United resmi berkompetisi di Liga 2 setelah mengambil alih lisensi klub asal Jawa Barat, Persikas Subang. Langkah ini sempat memantik berbagai tafsir, dari optimisme hingga kecurigaan. Bahkan, selentingan berkembang bahwa kehadiran Sumsel United akan menutup kran sponsor bagi Sriwijaya FC, klub legendaris kebanggaan Sumsel.

Namun, Cik Ujang, Presiden Klub Sumsel United, memilih berdiri di jalur teduh. Ia tidak datang membawa narasi rivalitas yang panas, melainkan penghormatan.

“Kami Sumsel United menganggap mereka kakak. Kalau bisa mereka bisa bertahan naik kelas. Kita bersaing, kalau untuk saling menjatuhkan tidak ada,” ujarnya pada awak media kala itu.

Kalimat itu bukan basa-basi. Ada kesedihan jujur yang ia sembunyikan ketika berbicara tentang kondisi Sriwijaya FC. Bagi Cik Ujang, Laskar Wong Kito seharusnya menjadi contoh profesionalisme, penanda bahwa Sumsel pernah dan bisa berjaya di sepak bola nasional.

Alih-alih menjadi ancaman, Cik Ujang justru melihat kehadiran dua klub profesional di Sumsel sebagai berkah. Ruang kompetisi terbuka lebih lebar. Talenta lokal yang selama ini terpinggirkan kini memiliki lebih banyak pintu untuk diketuk.

“Sumsel United itu kipernya dari Musi Rawas, ada dari Komering, ada dari Ogan Ilir, ada dari Musi Banyuasin. Semakin bagus dengan adanya dua klub di Sumsel, membuka kesempatan pemain asal Sumsel berkarier di dunia sepak bola,” jelasnya.

Filosofi ini tercermin jelas dalam pembentukan skuad. Nama-nama seperti Jalesh Putra Gagarin, Ichsan Kurniawan, Panggih Triatmojo, hingga Zakaria menjadi bukti bahwa Sumsel United bukan sekadar klub instan, melainkan rumah bagi anak-anak muda daerah.

“Kalau hanya satu klub, terakomodirnya hanya sedikit. Tapi kalau ada dua tim, anak-anak muda Sumsel bisa lebih banyak terakomodir,” tegas Cik Ujang usai peluncuran tim.

Di balik layar, Sumsel United ditopang oleh struktur yang matang. Syamsuddin Isaac Suryamanggala dipercaya sebagai manajer, figur yang memahami ritme organisasi tim modern. Sementara di sisi teknis, manajemen menunjuk Nil Maizar, pelatih sarat pengalaman yang pernah menghirup atmosfer keras Liga 1 dan Timnas.

Nil Maizar datang bukan membawa janji kosong, melainkan disiplin dan realisme. Ia tahu betul, klub baru harus tumbuh dengan fondasi, bukan euforia.

Di atas lapangan, Sumsel United menjawab semua keraguan dengan angka. Hingga jeda paruh musim Pegadaian Championship 2025–2026, mereka bercokol di peringkat 3 Grup A dengan 20 poin, hasil dari 6 kemenangan, 2 kali imbang, dan 4 kekalahan.

Untuk ukuran klub yang belum genap setahun, capaian ini bukan sekadar bagus. Ini pernyataan.

Setiap laga adalah ujian mental. Setiap poin adalah bukti bahwa Sumsel United tidak sedang belajar berjalan, tetapi mereka sedang berlari.

Namun, Nil Maizar tak ingin terlena. Di tengah jeda paruh musim, ia bicara lugas soal masa depan. Bursa transfer yang akan dibuka 10 Januari hingga 6 Februari 2026 menjadi momentum penting.

“Bukannya berarti kita puas dengan skuat sekarang. Kita memang sedang mencari pemain hebat itu sekarang,” ungkap Nil Maizar, Minggu 14 Desember 2025.

Target manajemen jelas: promosi ke Liga 1. Maka, menambah kualitas pemain bukan pilihan emosional, melainkan kebutuhan strategis. Sumsel United sadar, pintu Liga 1 tak akan terbuka hanya dengan semangat, ia butuh kedalaman skuad, konsistensi, dan pengalaman.

Sumsel United hari ini belum berada di puncak. Mereka masih mengetuk, pelan tapi yakin, pintu Liga 1. Namun, dari cara mereka berdiri, berbicara, dan bertanding, jelas bahwa ketukan itu bukan asal bunyi.

Ini adalah ketukan dari klub yang menghormati sejarah, memberi ruang bagi masa depan, dan percaya bahwa sepak bola Sumatera Selatan terlalu besar untuk hanya satu cerita.

Di Gelora Bumi Sriwijaya, mimpi itu kini hidup. Dan ketika pintu itu benar-benar terbuka nanti, Sumsel United ingin masuk bukan sebagai tamu, melainkan sebagai tuan rumah yang siap bersaing.

(Feature News)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

Baim, Bocah Lahat yang Mengejar Mimpi di Lapangan Hijau

10 Mei 2026 - 23:10 WIB

Biliard RJ Kian Diminati Kaum Muda, Tempat Bermain di Lahat Semakin Ramai

30 April 2026 - 23:25 WIB

Jersey Sumsel United, Stadium Version Kini Hadir di Kabupaten Lahat!

19 Januari 2026 - 18:56 WIB

Nonprofit Seeks to Bring Attention to Preventing Sports Injuries

9 Juni 2021 - 09:56 WIB

Super Bowl Teams’ Shared Secret to Success

9 Juni 2021 - 09:53 WIB

Community Workshops Focus on Preventing Youth Sports Injuries

9 Juni 2021 - 09:50 WIB

Trending di Bola & Sports
error: Content is protected !!