Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 9 Mar 2026 03:08 WIB ·

Perjuangan Perempuan Menopang Ekonomi Daerah


 Perjuangan Perempuan Menopang Ekonomi Daerah Perbesar

Ditulis oleh Soufie Retorika

Hari Perempuan Internasional jatuh pada tanggal 8 Maret, dan setiap tahunnya PBB memperingati nya. Pun beberapa organisasi perempuan di Indonesia ikut memperingatinya.
Dari laman Wikipedia bahwa Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day – IWD) diperingati pada tanggal 8 Maret, untuk memperingati perjuangan perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan dan pembebasan serta gerakan hak-hak perempuan. Hari Perempuan Internasional menyoroti isu-isu seperti kesetaraan gender, hak reproduksi, dan kekerasan serta pelecehan terhadap perempuan. Hal ini awalnya pada tahun 1900 ada sekitar 50 ribu perempuan melakukan demonstrasi besar-besaran di perusahaan garmen di Amerika.Utara menuntut hak mereka.

Pada laman IWD bahwa sekitar Desember tahun 1977, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.
Indonesia, apalagi Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) banyak sekali peran penting perempuan mewarnai kehidupan sehari-hari.
Dalam beberapa dialog dengan Ketua PKK Kabupaten Lahat, Ir Sri Meliyana Bursah mengatakan bahwa perempuan itu memiliki warna yang tidak monoton, melengkapi banyak hal. Banyak hal yang tidak bisa dilakukan Lelaki tapi bisa dilakukan perempuan.

“Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, perempuan itu multitalenta, pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) ini gerakan hingga ke pelosok desa untuk pemberdayaan perempuan utamanya,” ungkapnya.

Di tahun 2025 Sri Meliyana hanya melihat saja PKK di Kabupaten Lahat, arah dan tujuannya. Pencapaian tersebut menjadi evaluasi di tahun 2026 untuk menentukan arah, kerjasamanya dari desa, kelurahan dan kecamatan hingga tingkat Kabupaten bersama merangkum program stakeholder untuk menunjang Program PKK.

“Tidak sampai disitu, lini terpenting dalam keluarga adalah perempuan yang bisa menjadi pendorong mendampingi lelaki sebagai kepala keluarga. Untuk menciptakan pendidikan, kesehatan, dan membimbing generasi mendatang, butuh perempuan yang diberikan pengetahuan, dan menggali potensinya,” katanya.

Keterpurukan pasca Covid 19 juga didorong kebangkitannya oleh perempuan. Petani perempuan yang lebih telaten sehingga banyak usaha petani kopi juga di dominasi perempuan. UMKM yang tadinya dari dapur saja, ternyata bisa menumbuhkan 70 % perekonomian.
Sebut saja Yana perempuan usia sekitar tiga puluhan, sebagai buruh upah memanggang Kemplang di Bandar Agung JL RE Martadinata, Lahat.

Sehari target kemplang yang dipanggang di atas bara api sebanyak 600 keping. 10 keping harganya kini Rp 10.000 kalikan saja ia dan kakak perempuan nya memperoleh hasil dari berbagai jenis keripik, kerupuk dan kemplang di jalan ini.

Mungkin 10 atau 20 pengusaha kemplang yang berjajar memamerkan dagangannya di tepi jalan. Sayang atraksi mereka memanggang tidak dimanfaatkan pihak terkait di Lahat menjadi atraksi wisata. Seperti juga atraksi penjual Lemang, Ikan Ghuas (ikan yang dimasak dalam ruas bambu), atau ikan sepit (ikan Sungai Lematang yang diasap, dijepit dengan bambu). Harusnya menjadi wisata kuliner yang menarik di Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat.

Padahal Ibu Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih SH MH mengatakan bahwa berdasarkan sensus, sektor pertanian adalah Soko guru perekonomian di Kabupaten Lahat.

“Visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lahat, sangat tepat, menata kota membangun desa. Pertanian dan perkebunan jika didorong secara serius dari hulu hingga hilir akan menjadi penggerak utama meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya dalam beberapa acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lahat.

Widia Ningsih adalah perempuan pertama dan termuda yang menjabat sebagai Wakil Bupati di Lahat. Apalagi saat ini dirinya menempuh S-3 di Universitas Sriwijaya sebagai mahasiswa Doktoral Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, sekolah serius untuk menjadikannya pemimpin perempuan yang makin cerdas. Wajar di setiap kesempatan rapat, tidak serta merta pandangan tentang pembangunan yang dicetuskannya.

Menurut penulis, perempuan bukan saingan lelaki dalam emansipasi. Sebagai mitra kerjasama yang saling melengkapi. Keluarga adalah perusahaan terkecil yang berhasil mengentaskan anak-anak dari kekompakan orang tuanya.

Sebuah daerah berhasil jika tidak meng-kotak-kotak prestasi perempuan, ide perempuan, dan karya perempuan. Perempuan dukung perempuan, upaya ini harusnya tidak cuma retorika saja dalam upaya menopang ekonomi daerah. Bersaing sehat dalam dunia kerja dan usaha, memberi ruang perempuan belajar rasanya tidak rugi.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

PANAS! “Rabu Guncang Lahat” Disinyalir Jadi Hari Penentuan Nasib Pejabat, Kursi Jabatan Mulai Bergoyang

19 April 2026 - 17:24 WIB

Dipimpin Wabup Widia Ningsih, Pelantikan Ketua Kuntau Lahat Tandai Era Baru Pelestarian Budaya

19 April 2026 - 11:21 WIB

Wakil Bupati Widia Ningsih Kader Terbaik, Muscab PKB Lahat, Tegaskan Arah Perjuangan Pro-Rakyat

18 April 2026 - 20:38 WIB

Muscab PKB Lahat Dihadiri Ratusan Kader, Bahas Arah Kepemimpinan 2026–2031

18 April 2026 - 18:26 WIB

Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih Tebar Ribuan Bibit Ikan di Tanjung Agung untuk Perkuat Ketahanan Pangan

18 April 2026 - 16:26 WIB

Bupati Bursah Zarnubi dan Wabup Widia Ningsih Hadiri Tasyakuran Setahun Kepemimpinan di Talang Tinggi

18 April 2026 - 16:19 WIB

Trending di News
error: Content is protected !!