Jakarta Sahabatsiber.co.id — Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mempertegas komitmennya dalam mendukung kedaulatan energi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Dewan Pengurus Apkasi dengan manajemen PT PLN (Persero) di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (06/04/2026).
Langkah kolaboratif ini merupakan respons konkret terhadap visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Proyek ambisius tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung transformasi Indonesia dari ketergantungan energi fosil menuju pemimpin energi hijau di kawasan Asia Tenggara, dengan potensi teknis energi surya nasional mencapai 7,7 terawatt (TW).
Ketua Umum Apkasi yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyatakan bahwa pemerintah daerah siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut. Ia menyoroti persoalan klasik terkait ketersediaan lahan yang kerap menjadi hambatan dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan.
“Kami mendengar bahwa kendala utama di lapangan adalah masalah lahan. Apkasi berkomitmen penuh membantu PLN dalam proses koordinasi dan penyelesaian hambatan di daerah agar implementasi program 100 GW PLTS ini berjalan lancar demi mewujudkan kemandirian energi nasional,” tegas Bursah.
Untuk memastikan dukungan berjalan efektif, Ketua Harian Apkasi, Dadang Supriatna, menyampaikan bahwa hasil pertemuan ini akan segera dibahas dalam rapat Dewan Pengurus Apkasi guna merumuskan skema kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Apkasi, Delis Julkarson, menambahkan bahwa program ini memiliki dimensi ganda, yakni memperkuat sistem kelistrikan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Apkasi, kata dia, akan fokus pada dua skema utama, yaitu program “1 Desa 1 Megawatt” serta dukungan terhadap megaproyek 100 GW.
Dari pihak PLN, Direktur Manajemen Pembangkitan, Rizal Calvary Marimbo, mengapresiasi kesiapan Apkasi untuk berkolaborasi dalam percepatan pengembangan energi terbarukan. Senada, EVP Perencanaan Strategis Pembangkitan PLN, Parulian Noviandri, menjelaskan bahwa skema 100 GW dirancang tidak hanya untuk membangun kapasitas baru, tetapi juga menggantikan pembangkit berbasis bahan bakar minyak (BBM) dan gas menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.









