Lahat,Sahabatsiber.co.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa Lahat, dinamika internal mulai terasa menghangat. Salah satu nama yang kerap disebut dalam wacana penyegaran kepengurusan adalah Andriansyah, S.H, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris PKB Lahat.
Namun, alih-alih larut dalam arus spekulasi, Andriansyah justru menampilkan sikap tenang dan terukur. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan bahwa dirinya tetap berpegang teguh pada keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sebagai otoritas tertinggi dalam menentukan arah kebijakan partai.
“Untuk saat ini, saya tetap menaati keputusan DPP PKB. Apa pun yang menjadi garis kebijakan, itu yang kami jalankan,” ujar Andriansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Lahat, Jumat (10/04).
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas internal partai di tengah berbagai dinamika yang berkembang. Baginya, PKB Lahat bukan sekadar wadah politik, melainkan juga ruang kekeluargaan yang telah terjalin erat.
“Kondusivitas partai harus menjadi prioritas. Kita juga menjunjung tinggi etika politik. Di PKB Lahat ini, nilai kekeluargaan sangat kuat, dan itu yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Terkait isu penyegaran kepengurusan yang kian santer diperbincangkan, Andriansyah memilih untuk tidak terjebak dalam narasi ambisi personal. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tidak memiliki kepentingan atau ambisi tertentu.
“Tidak ada ambisi apa pun dari saya. Kalau berbicara soal penyegaran, tentu semua pihak bisa membicarakan itu. Namun pada akhirnya, DPP memiliki kriteria yang jelas, baik dari sisi kinerja maupun prestasi dalam mengelola partai,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai sosok yang paling layak memimpin PKB Lahat ke depan, Andriansyah memberikan jawaban yang mencerminkan sikap inklusif sekaligus realistis. Ia menilai semua kader memiliki peluang yang sama, namun tidak menampik bahwa figur ketua saat ini masih memiliki posisi yang kuat.
“Semua kader pada dasarnya layak. Tetapi untuk saat ini, Ketua lama, Parisman, masih diunggulkan,” tutupnya.
Di tengah riuhnya isu dan wacana, sikap Andriansyah menjadi penanda bahwa politik tidak selalu harus gaduh. Ia bisa tetap berjalan dalam nada yang teduh, menjaga marwah, sekaligus merawat harmoni. (Rim SMSI Lahat)









