Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 21 Apr 2026 00:23 WIB ·

Hari Kartini dan Kenyataan yang Belum Setara: Suara Kritis Fida tentang Hak Perempuan yang Masih Tertinggal”


 Hari Kartini dan Kenyataan yang Belum Setara: Suara Kritis Fida tentang Hak Perempuan yang Masih Tertinggal” Perbesar

Opini:  Ibu Fida

Hari Kartini dan PR Panjang Kesetaraan yang Belum Selesai

Hari Kartini setiap tahun selalu dirayakan sebagai simbol kebangkitan perempuan Indonesia. Namun bagi Fida, seorang perempuan tangguh yang tumbuh di tengah realitas sosial yang keras, peringatan ini seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan yang penuh ucapan selamat dan kebaya, melainkan momentum untuk bercermin: sudah sejauh mana hak-hak perempuan benar-benar terpenuhi?

Menurut Fida, terlalu sering narasi tentang Kartini berhenti pada romantisasi perjuangan masa lalu, tanpa cukup berani menatap kondisi hari ini. Di berbagai lapisan masyarakat, perempuan masih menghadapi ketimpangan yang nyata—mulai dari akses pendidikan yang belum merata, kesempatan kerja yang belum setara, hingga ruang aman yang masih sering dilanggar. “Kalau Kartini hidup hari ini, mungkin ia akan bertanya: mengapa perjuangan itu belum selesai?” begitu kira-kira refleksi kritis yang ia sampaikan.

Namun Fida juga menegaskan, kritik ini bukan untuk meruntuhkan semangat peringatan Hari Kartini, melainkan untuk menguatkannya. Negara dan masyarakat telah melangkah maju, tetapi langkah itu belum cukup cepat dan belum cukup adil bagi semua perempuan, terutama mereka yang berada di daerah terpencil dan kelompok rentan. Kesetaraan tidak cukup hanya tertulis dalam regulasi, tetapi harus hadir dalam praktik sehari-hari—di sekolah, tempat kerja, dan ruang publik.

Ia menilai, masih ada kecenderungan menjadikan perempuan sebagai simbol, bukan subjek penuh dalam pembangunan. Padahal, semangat Kartini sejatinya adalah keberanian untuk berpikir merdeka, bersuara, dan menentukan arah hidup sendiri. Di titik inilah, Fida mengajak agar Hari Kartini tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi evaluasi bersama.

Dengan demikian, Hari Kartini tidak kehilangan maknanya. Justru ia menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Menghormati Kartini bukan hanya dengan mengenakan kebaya, tetapi dengan memastikan setiap perempuan Indonesia benar-benar merasakan hak yang setara, aman, dan bermartabat dalam kehidupan sehari-hari

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Komisi III DPR: Gerebek Kampung Bahari Bukti Negara Tak Kalah Lawan Bandar

2 November 2026 - 10:26 WIB

Gebrakan Kapolda Metro: Kampung Bahari Dibersihkan dari Narkoba

1 November 2026 - 13:44 WIB

Kampung Bahari Digeruduk 1.800 Personel, 29 Orang & Senpi Disita

1 November 2026 - 11:23 WIB

Jakarta Siaga Macet, 1.249 Personel Lantas Diterjunkan Kawal 4 Titik Demo Panas Hari Ini

28 Oktober 2026 - 12:33 WIB

53 Titik Demo Membara Di Jakarta Hari Ini, Kapolda Metro Jaya Turun Perintah Keras: Wajib Humanis, Jangan Represif

28 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Evaluasi Antikorupsi di Pemkab Lahat Berakhir Bungkam: KPK dan Bupati Tak Bicara

28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Trending di News
error: Content is protected !!